Bahaya Makan Mie Instan Dengan Nasi
Kalau ditanya apa makanan pokok kedua yang paling banyak dikonsumsi setelah nasi, sebagian besar orang biasanya akan menjawab mie instan, istilahnya kalau tidak ada nasi, ya makan mie instan, kalau ada mie instan dan nasi? digabung? tau bahaya nya?
Ada dua kandungan yang sama-sama dimiliki oleh nasi dan mie instan, yaitu karbohidrat dan kalori.
Rata-rata dalam satu kemasan mie instan terkandung sekitar 400 kalori, atau senilai dengan nasi plus lauk pauknya. Jika dicampur nasi, maka jumlah kalori yang dikonsumsi sekali makan bisa mencapai 700 sampai 800 kalori atau mencapai 50% kebutuhan kalori per hari hanya dengan satu kali makan.
Gabungan mie instan dan nasi juga menghasilkan jumlah karbohidrat yang berlebih dan memicu meningkatnya gula dalam darah dan meningkatkan resiko terkena diabetes (baca, 10 tanda diabetes), selain membuat tubuh menjadi cepat gemuk.
Jadi, pilih kenyang atau pilih sehat? masih berani makan mie instan campur nasi?
10 Bahaya Mie Instan Bila Sering Dikonsumsi
Mie instan telah menjadi makanan favorit yang sering disantap sehari-hari. Selain praktis dan murah, mi instan juga cita rasa dan aroma yang menggugah selera. Maka tak heran, tua-muda suka sekali menyantap makanan cepat saji yang satu ini. Namun tahukah Anda, apa bahaya terlalu sering makan mi instan?
Inilah 10 Bahaya Mie Instan Bila Sering Dikonsumsi :
1. Penyerapan gizi
Mi instan menghambat kemampuan anak di bawah 5 tahun untuk benar menyerap nutrisi. Setelah mengonsumsi mi instan, banyak anak di bawah usia 5 tahun mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan sehat yang mereka konsumsi.
2. Kanker
Styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu bahan paling populer yang digunakan dalam bisnis pangan, termasuk untuk kemasan mi instan. WHO bahkan menyebut bahan ini sebagai pemicu kanker.
3. Keguguran
Wanita yang sering makan mi instan selama kehamilan berisiko mengalami keguguran. Hal ini dikarenakan mi instan mempengaruhi perkembangan janin.
4. Metabolisme
Konsumsi mi instan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mi.
5. Propylene glycol
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembapan. Tubuh dapat menyerap zat ini dengan mudah dan itu dapat terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini akan menyebabkan kerusakan dan kelainan pada organ tubuh, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.
6. Pencernaan
Mi instan dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsi mi instan juga mengakibatkan kembung, sembelit atau gerakan usus yang tidak teratur.
7. Obesitas
Mi instan adalah penyebab utama obesitas. Hindari terlalu sering makan mi instan karena mengandung banyak lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh.
8. MSG
Monosodium glutamat (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi. Sekitar 1-2% dari populasi manusia di dunia alergi terhadap MSG. Ketika seseorang alergi terhadap MSG, ia akan menderita rasa terbakar di dada dan kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.
9. Natrium
Mi instan juga mengandung banyak sodium. Terlalu banyak mengonsumsi natrium dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi secara berlebihan.
10. Junk food
Mi instan dianggap sebagai junk food karena mengandung banyak karbohidrat, tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Makanan ini juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans.
Inilah bahaya dari terlalu banyak makan mi instan. Batasi pula konsumsi mi instan pada anak karena akan mempengaruhi pertumbuhan mereka.
Sekian pembahasan mengenai Mie Instan :)